Wahai Ukhti…

Wahai ukhti…
Senyummu mampu tenangkan hati yang gelisah dideru ombak dilautan, tutur katamu lembut menyentuh kalbu, namun tetap tegas menjaga izzah dihadapan ikhwan.

Perangaimu mempesona, kesederhanaan membuatmu tampak semakin istimewa. Bukan emas permata yang menghiasimu, tapi air wudhu yang memancarkan cahaya diwajahmu, begitu menyilaukan…
Bukan bermahkotakan berlian yang meninggikan kehormatanmu, tapi jilbab lebar dan pakaian yang menutup rapi seluruh auratmu…sangat mempesona…

Hijab diri, hijab hati, amat rapi membalutmu duhai ukhti, tak kau biarkan lelaki bebas memandangmu, tak kau biarkan pria menyentuhmu, tak kau biarkan ikhwan mengotoro hatimu yanh suci…

Pandanganmu lekat penuh kehangatan kepada saudarimu namun tertunduk pada lawan jenis yang bukan mahrammu….

Lincah gerakmu, cepat pergerakanmu, medan dakwah kau terjang meski harus berhadapan dengan onak duri dan jamannya fitnah….
Semua kau lalui dengan ikhlas tanpa banyak mengeluh…
Hanya senyum terindah yang kau hadiahkan kepada mereka yang ada disekitarmu…..

Amanah yang kau pikul membuatmu semakin terlihat kurus, ukhti…meski aktivitasmu begitu padat namun shaum sunnah tak pernah kau tinggalkan…
2/3 malam yang dingin, disaat sebagian besar manusia terlelap dalam mimpi indah, dirimu yang sudah teramat lelah malah terbangun, menunaikan shalat qiamul-lail, bermunajat kepada Rabb mu, memohon kekuatan atas setiap beban yang tengah kau pikul…..
Memohon energi untuk menjalani hari-hari yang semakin berat…..
Menangis mengadu, hanya kepada Allah lah seorang ukhti mengadu, memohon pertolongan, memohon kekuatan, bersandar…..karena Dia lah satu-satunya tempat bersandar….

Ukhti…..
Harimu begitu padat, ada yang sibuk menimba ilmu dibangku sekolah, ada yang sibuk menimba ilmu dibangku kuliah, ada yang sibuk mengais rezeki dikantor-kantor, ada yang sibuk mendulang rezeki dari usaha dagangnya…..
kalian sungguh sibuk, namun nafas dakwah tak pernah terpisah dari kehidupan kalian, amanah dakwah yang kalian emban amatlah berat…..

Semua kalian jalani dengan tawadzun, tanpa melupakan dakwah di keluarga sendiri, kalian ummahat pencetak generasi Rabbani, kalian kakak yang mampu membina adik-adiknya mengenal indahnya islam dengan kasih sayang, kalian adik manis yang mampu membujuk orang tuanya mengaji bersama dan membuat program-program keluarga yang islami, kalian juga istri yang mampu menyokong aktivitas dan produktivitas dakwah suaminya, kalian benar-benar membuat para bidadari syurga cemburu…..

Hadirmu selalu di nanti, saat kau pergi semua merindukan kembalimu….
Sungguh berarti keberadaanmu duhai ukhti…..

Ukhti…….
Lembut perangaimu, jujur kata-katamu, terjaga lisanmu, hangat senyummu, lincah gerakmu, lurus akidahmu, indah akhlakmu, terjaga ibadahmu, sungguh istimewa dirimu…….engkau bahkan lebih baik dari bidadari syurga…ukhti…

___________________________________________________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s