Dear : Ukhti….

Dear : Ukhti….

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maafkan aku ukhti…
Karena hari ini aku harus jujur untuk men”cambuk”mu dengan kata-kata yang ku harapkan kau kesakitan dan berusaha untuk tak ku”cambuk” lagi…

Di kejahiliahanku dulu aku sempat mengagumimu secara diam-diam. Pada saat ku lihat kau dengan percaya diri mengenakan baju “kebesaranmu” yang menghalangi setiap pandangan laki-laki untuk menikmati keindahan auratmu. Saat itu jangankan aku, bahkan orang kafir sekalipun menoleh ke arahmu. Kau sangat hebat dalam usaha menjaga perhiasan yang Allah berikan kepadamu. Aku berteriak dalam hati, “Allahu akbar…Allahu Akbar…Laa Ilaaha Illallah..”

Di kejahiliahanku dulu aku sempat mengagumimu secara diam-diam, pada saat kau bertilawah dengan syahdu di sudut masjid. Aku ingat saat itu kau sungguh luar biasa, suaramu tak hanya membiusku dan aku yakin Malaikat meng-amini indahnya lantunan ayat-ayat suci kitabullah. Kau sampaikan dengan sempurna, aku bertasbih dalam hati “Subhanallah…subhanallah..”

Di kejahiliahanku dulu aku sempat mengagumimu secara diam-diam,. Pada saat kau ada di deretan akhwat-akhwat tangguh yang berseru di bawah terik matahari, meneriakan kebenaran Allah dan membela rakyat dengan lantangnya kau angkat tangan, “Hidup maha siswa! Allahu Akbar!” dan kau menyadarkan kami, begitulah caramu berdakwah. Saat itu aku berucap “Masya Allah…Masya Allah…Allahu Akbar..”. Dan aku merasa kecil sekali di hadapanmu.

Di kejahiliahanku dulu aku sempat kagum padamu secara diam-diam,.Pada saat aku kira engkau begitu sayang dengan orang di sekitarmu dan keluargamu, lembut mengatakan kebenaran, sifat bersahabatmu dengan generasi muda, caramu menghadapi masalah, tabahnya dirimu menghadapi kehidupan, kuatnya hati dan komitmenmu terhadap hubungan antara sesama dan lawan jenis. Konsistennya dirimu dalam mengamalkan Al-Quran dan sunnah, dan kecintaanmu terhadap akhlak Rosulullah dan para sahabat.

Tapi….ternyata aku salah ukhti….

Aku tak lagi mengagumimu karena ku tau ketakutanmu pada-Nya tak sebesar yang ku kira, begitu gampangnya engakau mengumbar kata sayang dengan laki-laki yang bukan muhrimmu. Saling berbalas perhatian yang tak semestinya, tertawa dengan candaan yang menyita perhatian lawan jenismu. Saat itu, kau kemanakan Allah..?? Saat itu, dimanakah imanmu bersemayam..??

Aku tak lagi mengagumimu karena ku tau ketakutanmu pada-Nya tak sebesar yang ku kira, karena pakaian “kebesaranmu” tak jadi jaminan sucinya hatimu dari pikiran kotor, mulutmu tak terkontrol dengan gosip murahan. Lalu, apa yang membedakanmu dengan wanita awam..?? Dimana kau selipkan rasa malu yang akan mengangkat derajatmu lebih tinggi dari mereka yang tak tersentuh dakwah ke islaman..??

Ukhti…..
Aku tak lagi mengagumimu karena ku tau ke Islamanmu masih goyang, terombang ambing dengan kebatilan. Seharusnya kau sadar bahwa air yang cair itu tak bisa bersatu dengan minyak yang kental, kau tidak bisa mencampur yang hak dan yang batil, kau tidak bisa menyatukan yang benar dan yang salah secara serentak. Karena itu merupakan hal yang berlawanan.

Ukhti……
Kau bukan akhwat beneran ternyata…!!!
Lihat inbox di Hp mu ukhti, betapa banyak sapaan balas berbalas tentang perhatian dan dakwah cinta pribadimu ke lelaki muda yang kau incar..??

Lihat email dan inbox di FB mu ukhti, berapa banyak gombalan dan rayuan atas nama silaturahmi yang tak jelas..??

Sadarkah bahwa engakau menutup aurat agar kau tak di samakan dengan wanita gampangan..??

Sadarkah bahwa engkau di anggap lebih tau prihal Iman & ke Islaman..??

Sadarkah engakau adalah tuang agama & negara..??

Bukankah nanti engkau yang alan mengajari anak-anakmu tentang syurga dan neraka..??

Ayolah ukhti…..
Buat Islam ini bangga oleh ke “akhwatan” mu
Buat kami bangga dengan ke Islamanmu yang benar-benar Islam.

Kini, layakkan dirimu dengan panggilan akhwat..!!
Akhlak sejati yang hanya berjalan yang halal untukmu, agar bidadari syurga benar-benar mencemburuimu.

Maafkan aku ukhti…..
Semoga ini bisa membukakan mata hatimu.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
___________________________________________________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s