Menyoroti Kondisi Lingkungan saat ini

Nasib bangsa bukan di tentukan oleh presidden Susilo Bambang Yudhoyono selaku orang nomor satu di negeri ini.Jangan sekali-sekali menaruhh keluh kesal ini dipundak para insvestor.
Kepada siapakah kesalahan ditujukan atas terjadinya banyak bencana di Nusantara ini?
Saya,anda dan mereka yang mengaku Penggiat Alam adalah salah satu generasi yang bertanggung jawab

Sebelum menyalahkan orang lain,seaiknya kita bercermin dari diri sendiri,jika pecinta alam dikategorikan sebagai kelompok yang ekslusif dengan “penaklukan” banyak gunung yang merata dari bumi nusantara ini, anda puas?
Jika kategori itu sebatas untuk mempertontokan foto-foto pendaki yang menyamai dewa bertengger di puncak,ah  itu hanya mengenaskan.hal itu sama saja dengan onani.merasa puas dengan karyanya sendiri,merasa bangga dengan hasil upaya sendiri.
Itu berarti menutup kemungkinan para pecinta alam  untuk memasabodohkan tragedi bencana-bancana lainnya yang begitu banyak terjadi akhir-akhir ini,mereka cukup menolong secara kemanusiaan menjadi team SAR,memang baik,juga mulia,Tetapi… apakah sikap mulia harus ditunjukan setelah banyak jiwa yang hilang?Apa tidak menjadi pahlawan kesiangan pada akhirnya.
Mereka yang mengaku sebagai pecinta alam apakah sudah mempertontokan sebuah bukti konkret mempertahankan  mati-mati jutan dan kayu yang dipotong secara Eksodus?Masa tidak punya kewajiban menjaga dan melestarikan hutan.
Mereka para bos illegal logging yang jelas-jelas ilegal membabat hutan saja diperbolehkan mengguduli,kok para pecinta alam tidak boleh mempertahankannya.Caranya tentubanyak,Misalnya jika seluruh PA se-indonesia bersatu membuat sebuah statemen tentang penyelamatan paru-paru dunia,jangan cuma walhi.Walhi saja jika bertarung sendiri juga akan kalah,dan cuma bisa berkoar mengajak setiap jiwa sadar
Para PA sebaiknya mlai sadar,perbedaan antar PA bukan lagi musimnya.Eksklusifisme individu kelompok sama sekali tidak akan berhasil mengetengahkan profil organisasi pecinta alam itu sendiri.Mahasiswa yang berdemo thn 1998 itu baru mahasiswa jabotabek saja dan sebagian kecil datang mewakili masing-masing daerah.Kalau di hiting-hitung mahaiswa yang ikut organisasi PA juga banyak,bahkan dari kelompok umum yang punya banyak kemampuan sekali-kali di aplikasikan apa salahnya.
Indonesia. banyak mengalami bencana karena ketamakan manusianya,sementara para PA sama sibukya memompa kinerja dan kualitas anggotanya untuk menjadi apa?

Sebabliknya semangat jago kandang tidak lagi perlu menjadi kebanggan,akibatnya jika sebuah tragedi terjadi mereka memilih diam dan hanya menyayangkan kondisi alamnya,oohh betapa tragisnya!!!.
Sepanjang pengetahuan tidak banyak para PA ikut berpartisipasi dalam bencana itu.,kalupun iya,mereka hanya kelompok minoritas yang tak diperhitungkan.Karena identik denga pengalaman minim dan selalu hidup berkoloni.Hari lingkungan hidup yang baru-baru ini digunakan,tidak terlihat massa PA yang datang menyerbu kantor pemerintah akan upaya penyelamatan hutan.hanya kelompok saja yang berdemo menyoroti hilangnya ruang terbuka hijau di tengah kota. Bukan bagaimana nasib hutan kita yang tiap hari di gerogoti oleh para mafia hutan.

lahirnya PA diharapkan mampu menjadi filter atas kejahatn hutan dibumi nusantara ini dengan bekal ilmu intelektual dan ilmu lapangan seharusnya menjadi bekal cukup membantu bangsa ini dari keterpurukan. Apa anda juga menangisi mereka yang kehilangan harta dan nyawa keluarganya? Didepan mata mereka! harapan ini muncul untuk mengetuk para PA agar segera menyelesaikan “Konflik” Intern Organisasi dan segera bergabung menyelesaikan nasib bangsa,jika, semua penonton tak bisa lai menangis semoga kita akan tetap menagis dengan uluran tangan,dan empati. Jika pemerintah tidak mengalokasikan kebutuhan sandang pangan para korban,sehurnya ini menjadi tanggungjawab PA menyusuri daerah pelosok guna memberikan bantuan itu.Bukankah PA sosok yang tak kenal menyerah,jasa dan humanis?
Diantara mereka yang sakit, semoga kita tak juga ikut sakit!

Penulis : Menur Kusumaningtyas

Sumber: Bulleetin Wanadri

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s